Pohon Penjumlahan
Karya : Fitri Nur
Hidayati
Halo
teman-teman, selamat datang :)
Sebelumnya
maaf dipostingan pertama saya belum menjelaskan mengenai mathroom, namun saat
ini saya akan menjelaskan mengenai apa itu mathroom. Jadi, mathroom adalah
sebuah judul dari blog yang saya buat. Sebenarnya tujuan awal blog ini dibuat
hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah TIK dan MP, namun karena saya ingin
membagikan pengalaman mengenai soal-soal apa saja yang saya kerjakan selama
berkuliah di jurusan Pendidikan Matematika, saya akan memposting beberapa tugas
dan jawaban disini. Tidak hanya soal dan jawaban yang akan saya posting tetapi
juga ada beberapa cerita-cerita selama berkuliah di Pendidikan Matematika. So,
kalian harus terus mengunjungi blog ini :). Terimakasih teman-teman.
Langsung saja saya akan menjelaskan mengenai inti dari pembahasan kali ini. Jadi, pembahasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai alat peraga matematika yang bernama Pohon Penjumlahan. Sebelumnya apa itu alat peraga matematika ? Menurut Djoko Iswadji alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. Dan kenapa saya memilih Pohon Penjumlahan ? Saya memilih Pohon Penjumlahan karena di keluarga saya memang banyak anak-anak yang sedang belajar berhitung terutama dalam operasi penjumlahan dan alat yang digunakan hanya jari, pensil, buku dan hal itu sangat membosankan. Jadi, kebetulan saya ada tugas untuk membuat alat peraga sehingga saya memilih ini. Alat peraga Pohon Penjumlahan ini terinspirasi dari sebuah youtube yang saya tonton dengan link : https://youtu.be/MeJtASCh25E . Berikut saya jelaskan mengenai alat dan bahan, cara membuat, serta cara memainkan alat peraga pohon penjumlahan.
A. Alat
dan bahan
1. Spidol
2. Double tip
3. Pensil
4. Penghapus
5. Penggaris
6. Kertas asturo
7. Styrofoam
8. Lem
9. Dadu
10. Koin
11. Cutter
12. Gunting
13. Pengocok dadu
B. Cara
pembuatan:
1.
Siapkan kertas asturo hitam dan styrofoam, lalu beri
doubeltip di setiap ujungnya dan tempelkan di styrofoam;
2.
Beri seketsa pada kertas asturo warna hijau dengan
bentuk (dedaunan pohon), lalu potong mengikuti pola atau sketsa yang telah
dibuat;
3.
Potong kertas asturo
warna coklat muda menjadi bentuk batang pohon;
4.
Beri pola atau sketsa lingkaran pada kertas asturo
warna merah dan pink lalu potong pola tersebut;
5.
Buat bentuk persegi panjang, simbol tambah (+) dan dua
buah persegi dari kertas asturo warna
coklat tua;
6.
Siapkan semua seketsa atau bentuk yang telah dibuat
lalu ditambah spidol dan doubeltip;
7.
Beri doubeltip pada ujung ketas asturo yang telah
dibentuk batang pohon lalu tempelkan ke kertas asturo yang berbentuk pohon;
8.
Tempelkan juga kertas asturo warna coklat tua yang
telah dibentuk tadi, dengan posisi persegi lalu di bawahnya simbol tambah dan
di bawah simbol persegi lagi;
9.
Lalu di bagian bawah batang di beri pola persegi lalu
potong akan agar membentuk sebuah lubang persergi;
10. Masukkan
kertas asturo yang berbentuk persegi panjang tadi kedalam lubang seperti
memasukan sebuah ikat pinggang jadi masik kiri lalu keluar kanan;
11. Di
bagian atasnya dari kertas yang telah dimasukan tadi, di beri simbol sama
dengan (=) dengan menuliskn menggunakan spidol;
12. Kertas
asturo warna coklat tua tadi yang telah di masukan ke batang pohon yang sudah di
sayat dengan cutter sedikit dan di beri angka 1-14 (bebas tergantung jumlah
dadu) dengan cara setiap sesudah menulis angka tarik kertas tersbut sehingga
angka yang telah di tulis tadi terhalang atau tidak terlihat;
13. Beri
doubletip di setiap sisi bentuk pohon tapi jangan sampai memberi double pada kertas
asturo coklat tua yang di masukkan kepada lubang, dan tempelkan kepada kertas
astruro warna hitam tadi yang di gunakan sebagai latar
14. Lalu
siapkan semua bahan yang lain di antaranya dadu, pengocok dadu , kertas asturo
warna pink dan merah yang telah di bentuk lingkaran;
15. Alat
peraga siap di mainkan.
C. Cara
menggunakan Alat Peraga:
1.
Kocok dadu (misalnya hasil dari kocokan dadu itu adalah
6 dan 3)
2.
Simpan hasil lemparan dadu pada persegi berwarna coklat
tua yang berada di bagian atas simbol
tambah dan bagian bawah simbol tambah;
3.
Setelah itu kertas asturo yang telah di bentuk
lingkaran di simpan di bagian dedauanan ( misalnya dadu bagian atas untuk lingkaran berwarna pink dan
dadu bagian bawah untuk lingkaran berwana merah) oleh karena itu tambahkan 6
lingkaran warna pink dengan lingkaran warna merah pada dedaunan;
4. Kemudian hitung semua lingkaran yang terdapat pada dedaunan dan tarik kertas asturo berbentuk persegi panjang tadi agar terlihat warna 9 karena 6+3 adalah 9.
Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat dengan mengklik video tutorial di bawah ini :
atau bisa menontonnya di link : https://youtu.be/WtDdeh741Y0
.







11 Comments:
makasih loh, aku jadi paham ibu guru cantik....
Keren ka blognya
Wahh, mantapss, punya strategi baru nih.. makasih
Mantap nih kak😍
Mantapp kak
bermanfaat sekali kak🤩
sangat bermanfaat sekali kak
Mantap kak, sangat membantu
mantap lah
Bagussss
Mantappp👍🏻
Posting Komentar